Resensi – PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI

PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI

resensi.png

Identitas Buku

Judul Buku                  : Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi.

Penulis Buku               : Dr. Winarno, M.Si.

Penerbit Buku             : Yuma Pustaka.

Cetakan                       : Pertama, April 2012.

Tebal Buku                 : X + 124 Hal, 14cm x 21 cm.

Tahun Terbit               : 2012.

Buku ini terdiri dari beberapa bab yaitu:

BAB I (Landasan Dan Tujuan Pendidikan Pancasila).

            Menjelaskan tentang Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila. Landasan Pendidikan Pancasila yang dimaksud adalah bahwa Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dipandang sebagai hal yang penting dan perlu untuk diselenggarakan. Pentingnya penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi tersebut dapat ditinjau dari landasan atau latar belakang historis, kultural, filosofis, dan yuridis. Tujuan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah gambaran yang ingin dicapai setelah peserta didik mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi.

            Tidak hanya itu, pada bab pertama ini juga menjelaskan Kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Pancasila yang mengutarakan Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada nilai moral yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: perilaku yang memancarkan iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakan yang terdiri dari berbagai golongan agama; perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradap; perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang memiliki beragam agama, kebudayaan dan kepentingan; perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat maupun kepentingan di atas melalui musyawarah dan mufakat; dan perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Perilaku demikian pada dasarnya perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

BAB II (Pancasila Sebagai Ideologi Kebangsaan).

            Di materi bab dua ini menjelaskan tentang Status Pancasila sebagai ideology kebangsaan. Dengan ditetapkannya Pembukaan UUD NRI 1945 yang didalamnya memuat lima dasar (Pancasila) pada tanggal 18 Agustus 1945, maka Pancasila yang semula sebagai ideology kebangsaan ditetapkan menjadi dasar Negara. Bab ini menceritakan tentang pahlawan-pahlawan yang berjuang pada Masa Kebangkitan Nasional abad XX, seperti Budi Utomo selaku pelopor pergerakan nasional dan abad itu munculnya organisasi-organisasi pergerakan nasional dan Partai Nasional Indonesia.  Di ceritakan juga Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia dan Rumusan Pancasila yang diakui secara resmi. Meskipun kata pancasila sendiri tidak termuat dalam UUD 1945 namun telah dikenal luas bahwa dasar Negara Indonesia itu bernama Pancasila. Semangat kebangsaan yakni tekad bersama untuk mendirikan satu bangsa meskipun berbeda suku, agama, ras, dan kebudayaan ini amat penting bagi upaya mendirikan Negara Indonesia yang merdeka.

BAB III (Pancasila Sebagai Dasar Filsafat).

            Pembahasan pada bab ini bertujuan untuk memahami pancasila sebagai dasar filsafat yang meliputi sebagai berikut (a) pengertian nilai (b) pancasila sebagai nilai dan sumber norma (c) pancasila sebagai system nilai (d) pancasila sebagai system filsafat (e)pemikiran filsafat pancasila (f)makna pancasila dasar fillsafat negara Indonesia. Dalam pembahasan pada bab ini bertujuan untuk memberikan pengertian yang mendalam tentang nilai-nilai yang termuat dalam sila kelima pancasila. Oleh karena itu semua nilai dasar dari sila-sila pancasila tersebut harus menjadi acuan dalam penyelenggaraan Negara Karena semua nilai tersebut memiliki dasar filosofil yang mendalam yang mengandung nilai moral.

BAB IV (Pancasila Sebagai Ideologi Nasional).

            Pembahasan pada bab ini bertujuan untuk  memahami makna pancasila sebagai ideologi nasional yang meliputi (a) makna pancasila sebagai Ideologi, yang membahas pengertain ideologi dan pancaasila sebagai ideologi nasional (b) tiga tahapan perkembangan pancasila sebagai ideologi yang membahas pancasila sebagai ideologi pemersatu, pancasila sebagai ideologi pembangun dan pancasila sebagai ideology terbuka (c) Pengamalan pancasila sebagai ideologi (d) pancasila merupakan nilai etika (e) pancasila sebagai sumber etika kehidupan berbangsa. Ideologi merupakan studi tentang ide, gagasan atau pikiran-pikiran dasar yang disamakan dengan cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan/paham. Pancasila dalam posisinya sebagai ideologi nasional nilai pancasila difungsikan sebagai nilai bersama atau yang dicita-citakan dan sebagai nilai bersama yang mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang plural.

BAB V (Pancasila Sebagai Sumber Hukum Di Indonesia).

            Pembahasan pada bab ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa pancasila sebagai dasar Negara merupakan sumber hukum dasar norma tertinggi dari system norma hukum yang merupakan puncak tempat bergantung bagi norma-norma yang berada dibawahnya. Pancasila sebagai landasan filosofis untuk pedoman dalam menemukan muatan-muatan hukum. Peranan pancasila membimbing pemikiran para pembentuk hukum sekaligus memberikan landasan yang kuat terhadap produk hukum yang ada di bawahnya. Pancasila sebagai dasar Negara berkonotasi yudiris dalam arti melahirkan berbagai perturan perundangan yang tersusun secara hirarkis dan bersumber darinya. Dengan demikia pembahasan pada buku ini memberikan gambaran bahwa kebesaran pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai hukum dasar yang tertinggi dapat menjadi kaidah penuntun bagi hukum yang dibuat dan dilaksanakan di Indonesia.

Kelebihan Buku.

  1. Kelebihan dari buku ini, sumber-sumber yang termuat sangat lengkap dan mengenai sejarah-sejarah yang diceritakan menarik, serta bermanfaat untuk para pembaca.
  2. Buku ini dapat membuka wawasan pembaca sehingga pembaca dapat memahami tentang kedudukan pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
  3. Materi yang disajikkan dalam buku ini bervariasi tidak monotun sehingga membuat pembaca tidak merasa bosan saat membaca buku ini.

Kelemahan Buku.

  1. Kelemahan dari buku ini adalah tidak terdapat gambar-gambar seperti gambar pahlawan dan gambar-gambar sejarah tentang lokasi yang dijelaskan. Seharusnya termuat gambar agar para pembaca lebih paham dan membuat buku lebih menarik untuk dibaca.

(IND, WS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s