Opini – Maknai Semboyan Negara Untuk Pangkas Radikalisme

Maknai Semboyan Negara Untuk Pangkas Radikalisme

            Indonesia merupakan negara yang sangat unik. Keberagaman suku, ras agama, dan budaya merupakan suatu aset sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara. Perbedaan yang ada bukan berarti sebagai pemecah belah bangsa dan negara Indonesia melainkan itu semua sebagai bentuk persatuan yang harus dijaga dan dipegang erat oleh seluruh warga negara Indonesia. Seperti semboyannya “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda – beda tetapi tetap satu jua. Semboyan itulah yang seharusnnya  tetap dipegang  oleh seluruh warga negara guna mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

            Pendidikan merupakan faktor terpenting guna menunjang kemajuan dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pendidikan merupakan hal yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan mampu menjaga nama baik Indonesia. Salah satu yang sangat berperan penting keberadaannya adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai bagian paling tertinggi penerus bangsa, memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan dan persatuan di Indonesia.

            Berbagai peristiwa yang akhir – akhir ini terjadi sedang mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia, membuat bangsa kian kehilangan titik keseimbangan dan kesinambungan untuk memajukan bangsa ini. Mahasiswa dalam hal ini memiliki peran istimewa dan tugas besar yang diembannya sebagai wakil dari masyarakat di sekitarnnya. Mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan perubahan bangsa menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Mahasiswa sebagai agent of chage sudah sepatutnya menjadi agen perubahan bangsa yang dapat menjadi contoh untuk generasi berikutnya.

            Seperti mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang melakukan aksi damai “Pancasila Selamanya” (6/17). Kegiatan ini dipelopori oleh BEM Undiksha bersama seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undiksha dan didampingi oleh Wakil Rektor III serta dosen di lingkungan Undiksha. “Kami Indonesia, Kami Pancasila NKRI harga mati, Kita ada berapa ? Satu” begitulah seruan dan teriakan mereka di sepanjang jalan menuju Taman Kota Singaraja. “Kita sebagai mahasiswa harus menyadari bahwa mahasiswa berperan penting dan peduli terhadap Pancasila” ujar Presiden Mahasiswa Undiksha disela – sela kegiatan tersebut. Sedangkan WR III juga menyatahan bahwa “Ini merupakan momen istimewa penyampaian aspirasi untuk menjaga keutuhan NKRI karena tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan menanamkan nilai Pancasila”. Kegiatan ini tidak semata – mata untuk mencari perhatian publik, namun kegiatan ini diharapkan agar mahasiswa dan seluruh warga negara Indonesia tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia serta mengamalkan dan menanamkan nilai – nilai Pancasila dalam menjalankan kehidupan agar terhindar dari ancaman – ancaman yang menggoyahkan bangsa. Ancaman seperti radikalisme ini harus kita cegah sejak dini guna menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia.

            Hal positif seperti ini seharusnya bisa dicontoh, karena hubungan yang terjalin antar sesama manusia sangatlah kompleks, dimana sesuai kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan dan bergantung satu sama lain. Dengan demikian seluruh komponen bangsa harus menjaga nilai – nilai luhur Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Hubungan yang harmonis antar sesama manusia sangat diperlukan dengan penanaman moral sejak dini, sehingga mampu berpikir positif dan mewujudkan hal-hal yang kreatif bagi negara Indonesia yang kita cintai ini. Dengan kata lain lain Indonesia membutuhkan masyarakat yang bisa menghargai jasa pahlawannya,menghargai ideologi negaranya, dan menghargai perbedaan antar umat sesama manusia. Kehidupan dalam keanekaragaman ini diperlukan sikap toleransi antar sesama untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih positif kedepannya.

            Jadi apabila kita dapat memaknai keanekaragaman yang kita miliki sebagai keunikan dalam berbangsa dan bernegara pasti akan tercipta suasana yang damai, harmonis dan sejahtera. Kita sebagai masyarakat tentunya harus ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan dan perdamaian NKRI ini. Salah satu contoh implementasi nyata yaitu kerukunan yang terjalin antara mahasiswa dan mahasiswi Undiksha yang terdiri dari beragam agama, suku, ras dan budaya tetapi tetap bisa menjalin suatu hubungan yang harmonis. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Undiksha salah satunya mengadakan bakti sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Jadi perbedaan bukanlah alasan untuk kita saling terpecah belah melainkan dengan adanya perbedaaan kita belajar mewujudkan hubungan yang harmonis dan saling menghargai untuk mencapai tujuan dan cita-cita Negara Indonesia.

(GAM, GM)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s