Laput – Pancasila Sebagai Tameng Tangkal Radikalisme

         Pancasila Sebagai Tameng Tangkal Radikalisme

laput

Sumber: (Metrotvnews.com) Petugas membersihkan pelataran Monumen Pancasila Sakti, di Jakarta.

            Isu radikalisme akhir-akhir ini cukup sering terdengar di masyarakat dan menjadi sebuah perdebatan yang tak jarang berujung dengan kesalah pahaman dalam menerjemahkan makna radikalisme tersebut, jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka radikalisme memiliki tiga pengertian yaitu paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, dan sikap ekstrem dalam aliran politik. Berdasarkan pemahaman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut, maka bisa dipastikan jika radikalisme memang selalu berkaitan dengan politik, Maraknya penyebaran paham radikalisme yang menyasar anak muda, menyebabkan ideologi Pancasila dan NKRI makin terkikis sementara kekerasan dan aksi anarkistis kian menjadi. Hasilnya Asosiasi Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK) menghelat forum “Aktualisasi Pancasila sebagai Benteng Radikalisme di Lingkungan Perguruan Tinggi”, untuk menangkal wabah radikalisme. “Saat ini terjadi perkembangan situasi yang membahayakan ideologi Pancasila dan NKRI dengan maraknya kekerasan dan tindakan anarkis,” ujar Ketua ADPK Sudarilah, saat membuka forum tersebut di kampus STKIP Kusuma Negara, Cijantung.

            Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purn) Slamet Supriadi memaparkan, gerakan radikal bermula dari ketertinggalan pembangunan negara berkembang pun pemahaman agama yang sempit. Selain itu, adanya campur tangan pihak lain yang menjadi kelompok teror sebagai aktor lapangan dalam skenario proxy war yang pernah diakui oleh mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton. Negara Maju, cenderung membuat jebakan yang tidak disadari dengan membuat negara Islam Radikan di Mesir dan Suriah atau Irak. “Ironisnya jebakan ini tidak disadari anak muda Indonesia, sampai akhirnya terpengaruh menjadi pelaku teror atas nama ideologi sempit,” bebernya.

            Oleh karena itu, kata dia, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari wabah radikalisme tersebut. Pertama, reaktualisasi nilai-nilai  Pancasila dalam hidup berbangsa bernegara. Kedua, ketahanan nasional di semua bidang. Ketiga, persatuan dan kesatuan bangsa yang didukung TNI-Polri, serta ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Keempat, pembangunan nasional berwawasan nusantara. Kelima, mewujudkan stabilitas nasional mantap dan dinamis, terkendali dengan tetap mendorong demokrasi. Keenam, revisi semua UU yang bertentangan dengan UUD 1945. Ketujuh, standar moral penyelenggara negara yang bebas KKN. Kedelapan, adanya Early Warning System untuk mitigasi bagi masyarakat.

            Dengan terciptanya kehidupan yang demokrasi, berarti, kata dia, pemerintah telah membela hak rakyat. Dengan begitu akan timbul kepuasan dari rakyat dan menutup peluang munculnya aksi radikalisme yang berujung terorisme. Selain memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme, seharusnya juga dilakukan tindakan penguatan pancasila agar masyarakat memiliki jiwa nasionalisme sehingga tidak mudah dihasut oleh radikalisme, penguatan pancasila bisa dilakukkan dengan menerapkan fungsi-fungsi pancasila secara merata dalam kehidupan berbangsa. Jangan ada lagi tindakan mengkhianati pancasila seperti korupsi, ketidakadilan hukum, dll. Pendidikan mengenai pancasila juga harus lebih digencarkan lagi agar tercipta generasi bangsa yang punya jiwa nasionalisme kuat.

            Sudah seharusnya kita bersama membangun negara bukan hanya sibuk oleh pola pikir masing-masing, pemerintah membutuhkan persatuan yang kuat untuk membangun bangsa bukan gerakan radikal yang justru melemahkan negara. Alangkah indahnya jika pola pikir radikal tersebut dibuang dan ikut serta bersama pemerintah dalam berbagai programnya untuk memberantas kemiskinan, menghabisi koruptor, menegakkan hukum, dll agar tercapai cita-cita luhur para pencetus pancasila. Dan untuk pemerintah diharapkan bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang memperkuat posisi pancasila agar masyarakat bisa merasakan bahwa pancasila benar-benar diterapkan dan bukan hanya ideologi semata, sehingga masyarakat percaya pada pemerintahan dan tidak mudah dihasut oleh doktrin radikalisme.

(EP, AH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s